RSS

Memulai ExtJS

Pembahasan akan saya lanjutkan dengan bagaimana “cara saya” pertama kali menggunakan framework ExtJS. Saya kutip “cara saya” karena masih ada beberapa cara lain yang pastinya lebih baik. Jelasnya, ini dipakai oleh para pemula seperti saya. Untuk master – master ExtJS, silahkan koreksi “cara saya” menggunakan framework ini.

Seperti halnya kita menggunakan librari javascript pada umumnya, hal pertama yang akan dilakukan adalah meng-include (mengikutsertakan) file library pada bagian header sebuah halaman HTML. Cukup dengan sintak yang sederhana pula, maka kita sudah bisa menggunakan framework ini.

Jika saya akan membuat sebuah proyek web aplikasi, setidaknya hal terpenting adalah menyiapkan folder-folder yang akan menampung semua file – file yang nantinya akan digunakan. Jika teman – teman menggunakan framework PHP seperti CodeIgniter (CI) akan sangat terbantu dalam saya menggambarkan penjelasan ini. Saya akan menaruh semua file – file utama ExtJs ke dalam folder dengan nama extjs dan saya taruh di root folder. Cara ini akan membantu saya ketika saya memanggil file – fileyang diperlukan.

Berikut contoh sederhananya:

<html>

	<head>
		<link rel="stylesheet" type="text/css" href="extjs/resources/css/ext-all.css" />
		<script type="text/javascript" src="extjs/adapter/ext/ext-base.js"></script>
        <script type="text/javascript" src="extjs/ext-all.js"></script>
	</head>
	
	<body>
	
	</body>
	
</html>
Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 14, 2011 in Javascript

 

Berkenalan Dengan ExtJS

Setelah beberapa kali berkenalan dengan beberapa framework javascript, kali ini saya akan berkonsentrasi dengan framework yang satu ini. Sudah tidak asing lagi ditelinga kita dengan framework ExtJS. Tetapi alangkah baiknya, jika pengalaman-pengalaman ini kita bagi bersama.

Ada beberapa hal yang menjadikan saya memilih framework ini sebagai bahan pembelajaran. Tentunya, kita tidak berpikiran untuk hanya berkutat dengan teknologi ini saja. Masih banyak yang lebih baik dan mungkin lebih buruk dari teknologi ini. Dari sekian alasan ada beberapa yang menjadi bahan pertimbangan diantaranya, framework ini lebih berkonsentrasi pada pengolahan data (akan sangat membantu jika kita sedang mengembangkan aplikasi berbasis web), dokumentasi lengkap dan rapi dan masih ada beberapa lagi. Beberapa kekuranganpun tetap menjadi pertimbangan diantaranya, ukuran core-file yang besar membuat beberapa orang enggan menggunakannya. Untuk yang satu ini ada beberapa solusi yang bisa dilakukan antara lain melakukan kompresi terhadap file-file itu sendiri atau melakukan tune-up pada server (jika aplikasi dipublikasi ke web server).

Teman – teman bisa membaca detail lengkap teknologi ini dari official websitenya: http://www.sencha.com

 
Leave a comment

Posted by on October 14, 2011 in Javascript